Waaa udah lama banget banget banget gue ga mengapdet blog dengan postingan cihuy terkini. Jadi, sekarang saya sudah berpacar, lakilaki ini sudah saya taksir dari pertama ketemu-- i dont believe in love at first sight tho!
I called it a third dream come true, and Coelho was right, darn it! Dia seorang guru gitar (bukan juga karna gue terobsesi memacari seorang gitaris, tapi alangkah baiknya jika pacar gue seorang gitaris) dan dia adalah salah satu personel berpengaruh di Dojihatori -- nama band, dia juga calon produser calon album LP-nya band gue si Lampukota. Tapiiii sepertinya si mamitah kurang setuju kalo gue pacaran sama pacar gue ini, karna dia guru gitar. Kebanyakan orangtua, terutama ibuibu, pingin anak perempuannya dapet pasangan yang masa depannya sangat sangat sangat cerah sekali sekali sekali, dan cerahnya itu seringnya diukur dengan materi. Rumah tangga memang tidak hanya mengurusi intern keluarga kecil saja, tapi juga keluarga yang lain terutama sekali orangtua. Paham lah gue, maksud nyokap, ketika beliau dan bokap sudah tua siapa lagi yang membiayai mereka kecuali anakanaknya (dan gue adalah anak pertama). Tapi ada hal-hal yang ga bisa diukur dengan materi, obviously. Untuk urusan hati, ya gue mengukurnya dengan hati bukan dengan materi. Materi bisa dicari, peluangnya banyak seperti taburan kacang rebus di dalam jerami, agak susah dicari tapi banyak. Cinta juga bisa dicari, tapi karna dia lebih personal, jadi peluangnya seperti jarum di dalam jerami *opo toh, makin ngawur. haha. Ngeliat pengalaman yang lalu aja, waktu pacaran sama lakilaki lebih muda 2 tahun, calon dokter *tapi ga ngerti apaapa, keluarga lumayan berada, tapiiiii dia punya kelainan kepribadian. Gue udah lumayan sabar, mencoba menggiring dia ke jalan yang benar, gue juga udah usaha minta support dari keluarganya yang jadi kunci kesembuhan dia, tapi keluarganya aja ignore, mana mungkin gue struggle sendiri . Realistis aja lah, apa sih untungnya buat gue? Ga ada, semua buat kebaikan dia kok, dan lamalama gue ngerasa ngelakuin hal yang siasia. I wasn't that into him as well tho'..
My honey is an adorable brother and lover --remind me of my had been lover. I was charmed ever since the first time I met him, even more charmed seeing his playing guitar, stung as I listened to him talking about life, he taught me the wisdom of thinking and to behave. This is exactly the kind of lover I need, I dreamt of.
Jangan tanya jadiannya tanggal berapa. Yang itu ga jelas, hehehe.
Udah ah bahas si pacarnya.
Jadi, gue ini sedang struggle dengan ujian stase bedah gue. Sudah minggu ke sepuluh. Jumat kemarin gue udah maju sama penguji gue dr Hendro Wartatmo, Sp.B-KBD dari bagian bedah digesti. Gue dapet kasus, alhamdulillah, lumayan gak ribet. Appendisitis kronis eksaserbasi akut. Harusnya gampang, tapi dalam proses ujiannya ternyata tidak semulus seharusnya. Intinya, gue ga bisa menyebutkan lebih lanjut apa bedanya appendisitis kronis dengan appendisitis kronis eksaserbasi akut. Disuruhlah gue keluar lagi, belajar lagi. Sabtunya gue mempedekan diri untuk maju, tapi unluckily beliau menunda sampe hari kamis depan. Damn! Tementemen yang lain pada udah kelar di hari Sabtu kemarin, gue.... yang harusnya bisa kelar kemarin juga ternyata harus mundur sampe minggu depan. Hiks.
Tapi yang penting, besok piknik sama pacar :)
1 comments:
ah, curang luh kagak nungguin gw punya laki
eh blognyah taro di ID yak.
Post a Comment